Profil Perpustakaan

Foto saya
Perpustakaan SMA Fastabiqul Khairat didirikan pada tahun 2019 bersamaan dengan pendirian sekolah ini. Perpustakaan ini hadir untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan menyediakan berbagai koleksi buku dan materi pembelajaran yang relevan. Sebagai bagian dari visi dan misi sekolah yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan pengembangan karakter, perpustakaan ini dirancang untuk menjadi pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan bagi siswa dan guru.

Video Profil Perpustakaan SMA Fastabiqul Khairat

Translater

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Blog Ini

Selasa, 10 Desember 2024

Tembok Besar Tiongkok

 


Tembok ini bukan cuma panjang, tapi juga dibangun selama berabad-abad oleh berbagai dinasti Tiongkok untuk melindungi wilayah dari serangan bangsa utara. Kalau dijumlahkan, panjang seluruh segmennya lebih dari 21.000 kilometer.

Bagian paling terkenal yang bisa dikunjungi ada di Badaling, dekat Beijing. Dari atas tembok, pengunjung bisa melihat pemandangan pegunungan yang spektakuler. Bentuknya mungkin sederhana, tapi sejarah di baliknya luar biasa panjang dan kompleks.

🔗 Baca lebih lanjut:


Menara Eiffel, Paris

 

Awalnya dibenci, sekarang dicintai. Menara Eiffel dibangun untuk merayakan 100 tahun Revolusi Prancis dalam Pameran Dunia 1889. Arsitek utamanya, Gustave Eiffel, sempat dikritik habis-habisan karena desainnya dianggap “merusak” keindahan kota Paris.

Sekarang, Menara Eiffel jadi ikon kota. Tingginya mencapai 330 meter dan butuh lebih dari 2 juta rivet baja untuk menyatukan strukturnya. Setiap tujuh tahun sekali, menara ini dicat ulang dengan cat khusus sebanyak 60 ton. Malam hari, lampu kelap-kelip membuatnya makin memesona.

🔗 Baca lebih lanjut:

Colloseum, Roma


Colosseum adalah saksi bisu dari era gladiator. Dibangun sekitar tahun 72 Masehi atas perintah Kaisar Vespasianus dan diresmikan oleh putranya, Titus. Arena raksasa ini dulu bisa menampung lebih dari 50.000 penonton yang datang menonton pertunjukan brutal: dari pertarungan antar gladiator, hingga perburuan hewan liar.

Selain itu, struktur ini juga mencerminkan kehebatan arsitektur Romawi kuno. Lorong bawah tanahnya, yang disebut hypogeum, digunakan untuk menyimpan hewan dan persiapan pertunjukan.

🔗 Baca lebih lanjut:














Sabtu, 07 Desember 2024

Kepala Perpustakaan SMA Fastabiqul Khairat Ikuti Musyawarah Daerah dan Workshop Profesi Pustakawan



Jumat, 6 Desember 2024 – Kepala Perpustakaan SMA Fastabiqul Khairat turut diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Daerah Ikatan Pustakawan Kota Samarinda yang dirangkai dengan workshop bertema "Perpustakaan Menjawab Tantangan Zaman: Menyoal Eksistensi Profesi Pustakawan di Era Digital" di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Ibu Rachmawati, A.Md., pustakawan berprestasi sekaligus aktivis literasi, dan Dr. Nusobah, S.Kom, M.Kom, IPM, Asean Eng., yang dikenal sebagai ahli dalam inovasi digital.

Dalam paparannya, Ibu Rachmawati dan Dr. Nusobah menjelaskan kebutuhan perpustakaan untuk terus berinovasi melalui digitalisasi layanan, investasi pada infrastruktur teknologi, dan pembaruan sistem manajemen informasi berbasis digital.

Dalam workshop ini, Ibu Rachmawati mengenalkan peserta dengan salah satu inovasi digital perpustakaan nasional, yaitu BintangPusnas Edu. Dr. Nusobah turut menekankan mengenai peran perpustakaan sebagai pusat informasi modern “Perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat informasi modern yang relevan dengan kebutuhan masyarakat era digital.”

Kepala Perpustakaan SMA Fastabiqul Khairat mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan dan motivasi untuk terus mengembangkan layanan perpustakaan sekolah. "Kami perlu merancang langkah konkret agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat inovasi berbasis teknologi untuk mendukung pendidikan siswa,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pustakawan Kota Samarinda untuk meningkatkan kompetensi, menjawab tantangan zaman, dan memperkuat eksistensi perpustakaan sebagai pilar literasi dan pendidikan.