Sabtu, 22 Maret 2025 — Suasana kebersamaan dan kekhusyukan menyelimuti kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan oleh SMA Fastabiqul Khairat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan berlangsung mulai dari siang hingga malam hari, dengan rangkaian acara yang memperkuat iman sekaligus menumbuhkan budaya literasi Islami.
Acara diawali dengan khataman Al-Qur’an bersama, sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat tilawah yang telah dibangun siswa sejak awal Ramadhan. Perpustakaan sekolah turut mendukung dengan membuka ruang baca bagi siswa yang ingin menyelesaikan tilawah harian mereka, serta menyediakan mushaf dan tafsir yang membantu pemahaman lebih mendalam.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiah oleh Ustaz Baharuddin, yang mengangkat tema “Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan”. Dalam tausiahnya, beliau tidak hanya mengajak siswa memperbanyak ibadah, tetapi juga mendorong untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu. Beliau menyampaikan bahwa membaca dan mencari ilmu adalah bagian dari ibadah—membuka buku-buku keislaman, memahami sejarah Nabi dan sahabat, hingga memperluas wawasan melalui literasi Islami merupakan langkah penting dalam menghidupkan Ramadhan secara bermakna.
“Ramadhan bukan hanya bulan memperbanyak ibadah lahiriah, tapi juga saat yang tepat untuk merenungi ilmu, membuka kitab, dan membaca dengan hati. Literasi itu bagian dari iman,” ujar Ustaz Baharuddin.
Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama, sholat maghrib, dan ditutup dengan sholat isya dan tarawih berjamaah. Kegiatan ini membuktikan bahwa perpustakaan juga dapat berperan aktif dalam pembinaan karakter siswa, bukan hanya lewat buku pelajaran, tapi juga melalui literasi yang membentuk akhlak, iman, dan kesadaran spiritual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar